"Kita Temukan Hari Tua Bersama"

Sayang.
Aku ingin akulah yang pertama menemukan uban di antara helai-helai rambutmu dan menggaruknya ketika engkau mengeluh kulit kepalamu tiba-tiba menjadi lebih gatal dari biasanya. Dan ketika helai-helai itu semakin bertambah dengan suka cita aku akan menyisirinya, tak perlu meminta pewarna rambut. Sayang, rambut kelabumu kan tampak seksi di mataku.

Tak perlu khawatir..
Aku siap mencarikan kacamatamu ketika kamu lupa tempat menaruhnya. Atau akan kubuatkan sebuah kotak segala ada, tempat engkau dapat menaruh semua barang dan perkakasmu sesukanya. Ketika malam-malam dingin dan rasa ingin pipis tak tertahan lagi, jangan ragu untuk membangunkanku. Sayang..... ini tanganku di sampingmu jangan ragu jadikan tanganku sebagai peganganmu.

Sayang..
Aku tidak menginginkan yang muluk-muluk. Aku ingin mendampingi masa tuamu, aku ingin tua di sampingmu, bersamamu.

Sehat, sehatlah sayang..
Agar engkau juga sempat meraba kepalaku yang ditumbuhi uban, agar sempat aku memamerkan gigiku yang mulai tanggal.

Sehat, sehatlah sayang..
Agar ketika kita tua, kita masih sanggup menemani anak cucu kita bermain bersama. Atau sekedar mengunjungi mereka saat hari

Hati Menentukan Pikiran

CUCIAN TETANGGA


Pasangan muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.
Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.

"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:

"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya? "

Sang suami berkata, "Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."

Dan begitulah kehidupan.
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika HATI kita bersih, maka

~HIDUP INI INDAH~

1 kata yang keras dan kasar dapat membuat kuntum kebencian...
1 kata yang dilontarkan tanpa kontrol diri dapat membuat kekacauan...
1 kata yang tidak sopan dan tidak ramah dapat membuat cinta menjadi hambar..

Namun....

1 kata maaf bisa melahirkan cinta yang mendalam bagi orang yang mendengarnya...
1 kata lembut dan tulus dapat membuat kedamaian bagi orang lain
1 kata pujian dapat memberi semangat bagi yang mendengarnya

Jadi...

1 kata itu bisa menjadi sumpah dan bisa menjadi berkah...
(bagi kita dan orang lain)


sahabat .....
Renungkanlah kata yang kita ucapkan hari ini...
Agar selalu ada 1 kata berkah buat kita semua.

Jangan bilang apa-apa, jika Anda tidak memiliki apa-apa yang baik untuk mengatakan ....

~HIDUP INI INDAH~